Tentang Ruang / Galeri
ARTPLANET- Berdiri kokoh di tepi barat Sungai Gajahwong, Yogyakarta, Museum Affandi bukan sekadar ruang pameran biasa. Tempat ini adalah ruang hidup yang merangkam seluruh perjalanan estetika dan spiritual dari sang maestro seni lukis ekspresionisme Indonesia, Affandi. Uniknya, kompleks museum ini dirancang sendiri oleh Affandi. Salah satu ciri khasnya yang paling memukau mata adalah desain atap bangunan yang melengkung menyerupai sehelai daun pisang, dikelilingi oleh rimbunnya pepohonan dan bunga yang asri.
Pembangunan ruang seni ini selesai pada tahun 1962 dan diresmikan secara formal pada 15 Desember 1973 oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia saat itu, Prof. Dr. Fuad Hasan. Di sinilah reputasi besar Affandi yang telah dibangun sejak dekade 1940-an—melalui pameran di Indonesia dan belasan negara di dunia—terdokumentasi dengan rapi.
Penjelajahan di dalam museum ini dibagi ke dalam tiga galeri utama dengan fungsi dan karakteristik visual yang berbeda:
Galeri 1: Menjadi gerbang utama untuk mengenal sosok Affandi secara personal. Galeri ini memamerkan deretan karya orisinal berupa lukisan, patung, sketsa, hingga benda-benda pribadi yang menemani masa hidupnya.
Galeri 2: Ruang yang lebih kontemplatif, menyajikan lanskap sketsa dan arsip-arsip penting yang mencatat rekam jejak perjalanan kesenimanan Affandi dari waktu ke waktu.
Galeri 3: Sebuah ruang pameran temporer yang dinamis. Ruang ini menampilkan karya-karya milik keluarga Affandi sekaligus menjadi wadah apresiasi bagi berbagai aktivitas pameran seniman lintas generasi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Hal paling berharga dari museum ini adalah kesempatan untuk melihat langsung evolusi teknik dan pemikiran Affandi. Pengunjung dapat mengamati sekitar 300 lukisan dan sketsa karya Affandi yang dipamerkan secara berkala. Koleksi ini mencakup fase-fase krusial dalam hidupnya, mulai dari awal karier melukisnya di akhir tahun 1930-an, rekaman visual masa pendudukan Jepang (1942–1945), era revolusi kemerdekaan yang penuh pergolakan, perjalanan kulturalnya di India pada tahun 1950-an, hingga karya-karya matang yang ia lahirkan saat berkelana di Eropa dan Amerika.
Tak hanya merawat karyanya sendiri, Affandi juga menunjukkan apresiasinya terhadap ekosistem seni Indonesia dengan mengoleksi karya sejawatnya. Di museum ini, pengunjung juga bisa menikmati lukisan, pahatan, dan patung dari para maestro lain seperti Basoeki Abdullah, S. Sudjojono, Nyoman Tjokot, Kartono Yudhokusumo, hingga sang anak, Kartika.
Perjalanan mengapresiasi seni di Museum Affandi ditutup dengan atmosfer yang menenangkan. Pengunjung dapat mengunjungi bangunan Loteng (rumah panggung) yang lantai atasnya dahulu berfungsi sebagai kamar tidur Affandi. Sementara di lantai bawah, pengunjung dapat bersantai di “Café Loteng” untuk menikmati soft drink gratis dari penukaran tiket, atau singgah ke Art Shop untuk membawa pulang suvenir khas sebagai pengingat akan keagungan seni sang maestro.